Arsip

All posts for the day Juni 30th, 2012

Membuat Spanduk Dengan Ms. Publisher

Published 30/06/2012 by onpumooirahayu

Naaahh iniii adalah contoh product latihan membuat spanduk menggunakan microsoft publisher…

Kaena gha bisa nginput.n doc publisher jd ayu bikin lewat pdf….. slmt belajaaaaaaarrrrrr….. ^_-

Publication1 Rahayu

SUSTER APUNG

Published 30/06/2012 by onpumooirahayu

SUSTER APUNG

I

bu Hj. Andi Rabiah atau yang lebih dikenal dengan nama Suster Apung bukan lah seorang bidan yang sebetulnya itu adalah diluar kewenangan beliau sebagai suster. Ibu Hj. Andi Rabiah dalam keiklasannya itu banyak menyimpan hal-hal yang beresiko tinggi, beliau merelakan hidupnya dan citraanya sebagai ibu rumah tangga hanya untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Tidak ada rasa takut beliau akan dikenakan hokum karena sudah melakukan mal praktek yang bila fatal belia akan menghilangkan nyawa orang lain tidak pula dia cemas atau bahkan resah dia akan tenggelam atau terseret ombak yang tidak menentu, dalam perjalanan untuk memperjuangkan hidup orang lain tanpa menghiraukan apapun.

 

Beliau bertugas dipulau sejak 10 gustus 1978 sampai sekarang. Kemudian ia pun harus merujuk pasien dari 10 pulau karena dari 25 pulau hanya ada 12 orang yang bertugas. Tidak terfikir olehnya bahwa ia akan menghabiskan separuh hidupnya mengarungi lautan di Kepulauan Sulawesi dan Flores untuk menyembuhkan pasien-pasien yang tersebar di sekitar pulau-pulau kecil dengan hanya berbekal tekad yang kuat serta dorongan dari para masyarakat yang sudah mempercayainya untuk dapat menyelamatkan keluarganya dan perahu.

Dalam melakukan kegiatannya beliau tidak pernah mengeluh sedikitpun, bahkan pada tahun pertamanya ia bekerja sebagai perawat, beliu selalu menagih janji kepada kepala desa yang pernah menjanjikannya untuk melaut. Sebagai perawat, ia memiliki prinsip yaitu bekerja sebagai pelayanan dan tanggung jawab kepada masyarakat. Beliau memandang bahwa mereka juga saudara kita dan rakyat Indonesia berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Seperti yang ia katakan suatu waktu “Tidak ada yang boleh meninggal karena melahirkan dan tidak ada pula yang boleh meninggal”. Sebuah sikap yang terus diperjuangkan sekuat tenaga meskipun selalu mengarungi lautan yang sering kali tidak ramah.

Walaupun gaji yang beliau dapat tidaklah besar dan tidak ada jaminan asuransi, namun Ia tetap mengabdikan dirinya untuk membantu pasien yang membutuhkan jasanya. Karena beliau berfikir jika saya tidak berbuat seperti itu, maka satu kata saja yang masyarakat tunggu yaitu (meninggal). Namun  jika beliau tindaki mungkin masih ada harapan untukmasyarakat bisa sembuh kembali, apakah dia masih  bisa hidup, apakah panjang umur, atau bahkan meninggal. Tapi jika saja beliau tidak berbuat seperti itu, engambil tindakan, mungkin saja pasien-pasien itu meninggal, atau pastilah bahwa dia akan meninggal.

Bahkan ujar beliau Waktu pertama kali datang ke pualu, masyarakat belum mengenal kesehatan mereka masih mempercayai dukun, dijemput dari pulau sapuka naik sampan tidak ia hiraukan demi keselamatan orang lain yang membutuhkan beliau. Sampainya ia dipulau, pasien tidak mengetahui atau bahkan tidak mengenal kesehatan. Beliau sempat bingung karena memang masyarakat itu tidak mengenal kesehatan dan tidak ingin diperiksa olehnya. Namun tekad dari seorang Suster Apung ini sangatlah kuat beliau tidak bosan untuk memberitahukan tentaang pekerjaannya sampai pada akhirny para masyarakatpun paha dan mulai dapat mempercayainya.

Ibu Rabiah menggambarkan, jarak tempuh dari wilayah tengah ke wilayah timur berkisar 11 jam perjalanan dengan transportasi air. Bahkan, ada pulau yang letaknya lebih dekat ke Lombok ketimbang ke Makassar sehingga perjalanan butuh waktu lebih lama lagi.”Kalau mau ke pulau untuk mengobati pasien, berangkat pagi-pagi dengan perahu motor. Rata-rata baru sampai di tujuan saat magrib,” kata Ibu Rabiah. Selama menjalani pekerjaanya sebagai perawat, tak jarang Ibu Rabiah didera kesulitan. Seperti kapal yang mungkin rata dengan ombak kemudian baju na pun basah dibadan ia sendiri. Perahunya bocor adalah salah satu kendala yang kerap dialaminya. Pada 1979, perahu motornya malah pernah menghantam karang. Ibu Rabiah dan 14 orang penumpang lainnya terdampar tujuh hari tujuh malam di Pulau Karang Kapas, pulau karang tanpa tumbuhan dan tak berpenghuni.

“Kapal yang saya tumpangi kebetulan membawa penyu. Lalu, kami membakar besi dan menulis kapal Pelita Jaya terdampar di atas karang kapas tanggal 6, bulan 3, malam Selasa, di atas kulit penyu yang sudah mati. Setelah tujuh hari, akhirnya datang bantuan dari Pulau Sailus Kecil,” kenang Ibu Rabiah.

Dalam peristiwa itu, Ibu Rabiah harus berbagi nasi yang dimasak dari beras seliter untuk 14 orang per hari. Sebagai bahan bakar, ia menggunakan kayu dari puing-puing kapal yang rusak terhantam karang. Dalam menjalankan tugasnya, suster Ibu Rabiah memang harus menggunakan perahu dan melawan ombak. Itu dilakoninya dengan ikhlas. Tujuannya hanya satu: mendatangi orang yang membutuhkan pertolongannya. Ke pelosok mana pun Ibu Rabiah datang untuk menolong. Ia mendedikasikan hidupnya untuk orang banyak sepanjang 30 tahun. Tanpa keluh, tanpa bosan, tanpa lelah.

Ibu Rabiah tidak malu mengakui perbuatannya ketika harus memberikan cairan infus yang sudah kadaluarsa lima tahun kepada pasiennya. Itu terjadi 10 tahun lalu. Di Pulau Sapuka, penyakit diare mewabah dan persediaan cairan infus dipuskesmas sudah habis, sementara satu pasien dalam kondisi kritis.

Pada saat itu cairan infus yang ada tinggal peninggalan temannya yang sudah pindah tugas. Saya ragu-ragu juga, pasang…tidak…pasang…tidak. Akhirnya saya pasang. Setelah masuk tiga botol, saya lihat ada perubahan dan saya tambahkan sampai 10 botol. Alhamdulillah, si pasien sembuh dan masih sehat sampai sekarang,” tutur Ibu Rabiah. “Pilihannya waktu itu, kalau saya tidak infus si pasien akan mati. Jadi, saya ambil resiko. saya infus biar pakai cairan kadaluarsa,” ungkap Ibu Rabiah.

Ibu Rabiah, ibu dari empat orang anak, mengenal dunia medis dari neneknya. Setamat SMP, ia terus memperdalam soal medis. Ia ingin mengikuti jejak neneknya, tenaga medis pertama di kampungnya. Dorongan niat yang begitu kuat membuat Ibu Rabiah tak mengeluh ketika diterima jadi PNS dengan gaji pertama Rp 17 ribu. Ia pun tak menolak ditugaskan di pulau. Sampai sekarang, dengan statusnya yang menjanda (suami meninggal), misi sebagai penyembuh itu ia jalani. Hitungannya sudah 30 tahun!
Nama Ibu Rabiah dan julukan ‘Suster Apung’ mencuat sejak muncul di acara Kick Andy tayangan Metro TV. Ia mengaku pernah diberi uang Rp 200 juta oleh Wapres M Jusuf Kalla. Uang itu ia pakai untuk membeli perahu, sembako, solar, dan bayar ABK.

Namun Ibu Hj Andi tidak pernah lupa akan seorang pemimpin dalam keluarganya, Karen saat ini beliaulah yang menjadi tumpuan hidup anaknya untuk mencari nafkah. Setelah suaminya yang meninggal, dan masih ada anak yang menginginkan bersekolah kembali dan berharap dapat melanjutkan pendidikannya kembali. Pulang pukul 1 malampun tidak pernah ia mengeluh.

Hingga saat ini, Ibu Rabiah si “Suster Apung” berkeliling dari satu pulau ke pulau terpencil lainnya untuk mengobati pasien. Dan, perjalanannya untuk berjihad seorang akhwat solehah menjalankan niat mulia untuk orang banyak bergulir lebih lancar berkat perahu baru miliknya hasil pemberian JK.

Dedikasi untuk mujahid ini yaitu ikhlas, penyabar, pemimpin dalam keluarga untuk menafkahi anaknya, semangat pantang menyerah, tegar, pengorbanan, untuk membantu sesame, bertanggung jawab, dan memiliki nilai budaya yang luhur adalah sedikit perspeksi dari Ibu Hj. Andi Ibu Hj Rabiah, seorang sosok yang patut menjadi teladan, panutan bagi kita semua.

Pesan-pesan moral yang ibu rabiah ungkapkan yakni “Mudah-mudahan apa yang telah beliau rintis selama ini dapat lebih berkembang dan maju. Dan mudah-mudahan pemerintah merasa kasihan, dan dapat memberi sedikit insentif daerah terpencil. Kita memang sudah dijanji, tapi sampai saat ini belum terpenuhi, Tapi kita hanya bisa bersabar, karena ada kabar bahwa itu akan di rapel jadi mudah-mudahan di rape. Karena kalau tidak seperti itu, maka apa yang ada hari ini, mungkin juga untuk besok.

 

SISTEM BERKAS (HOLLERIT CARD)

Published 30/06/2012 by onpumooirahayu

SISTEM BERKAS

(HOLLERIT CARD)

 

 

NAMA    : RAHAYU

KELAS   : IF  10C

NPM      : 5520110084

UNIVERSITAS SURYAKANCANA CIANJUR

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

ANGKATAN 2010-2011

Jl. Pasir Gede Raya Cianjur


1.1  Sejarah

Herman Hollerith secara luas dianggap sebagai bapak perhitungan otomatis modern. Dia memilih kartu meninju sebagai dasar untuk penyimpanan dan pengolahan informasi dan ia membangun pertama tabulasi kartu berlubang dan menyortir mesin serta pukulan kunci pertama, dan ia mendirikan perusahaan yang menjadi IBM. Desain Hollerith mendominasi lanskap komputasi selama hampir 100 tahun.

Setelah menerima-Nya Insinyur Pertambangan (EM) gelar pada usia 19, Hollerith bekerja pada 1880 sensus AS, operasi melelahkan dan rawan kesalahan yang menangis keluar untuk mekanisasi. Setelah beberapa percobaan awal dengan kertas pita, ia menetap di kartu menekan (dirintis di tenun Jacquard) untuk merekam informasi, dan dirancang peralatan khusus – sebuah tabulasi dan penyortir – untuk menghitung hasil. Desain nya memenangkan kompetisi untuk 1890 sensus AS, dipilih karena kemampuan mereka untuk menghitung fakta gabungan.

Mesin ini mengurangi pekerjaan sepuluh tahun untuk tiga bulan (sumber yang berbeda memberikan nomor yang berbeda, mulai dari enam minggu sampai tiga tahun), tahun 1890 pembayar pajak disimpan lima juta dolar, dan memperoleh dia sebuah 1890 Columbia ¹ PhD. Ini adalah sistem pengolahan sepenuhnya informasi pertama yang sukses untuk menggantikan pena dan kertas. Mesin Hollerith juga digunakan untuk sensus di Rusia, Austria, Kanada, Prancis, Norwegia, Puerto Rico, Kuba, dan Filipina, dan sekali lagi dalam sensus AS tahun 1900. Pada tahun 1911 perusahaan Hollerith bergabung dengan beberapa orang lain untuk membentuk Computing-Tabulating-Recording Company (CTR), yang mengubah namanya menjadi International Business Machines Corporation (IBM) pada tahun 1924.

Antara 1880 dan 1890 sensus, Hollerith menghabiskan satu tahun (1882) di fakultas Teknik Mesin di MIT, dan kemudian pada pertengahan 1880-an bekerja pada sistem pengereman kereta api, memperoleh beberapa paten untuk kedua rem dan rem pneumatik elektromagnetik vakum dioperasikan, serta seperti untuk pipa logam bergelombang.

Ide-ide Hollerith untuk otomatisasi dari sensus dinyatakan ringkas dalam Paten No 395782 dari 8 Januari 1889: “Metode yang dijelaskan disini kompilasi statistik yang terdiri dalam rekaman item statistik terpisah yang berkaitan dengan individu dengan lubang atau kombinasi bersembunyi menekan dalam lembaran elektrik non-melakukan materi, dan membawa hubungan spesifik satu sama lain dan dengan standar, dan kemudian menghitung atau menghitung-hitung statistik seperti barang secara terpisah atau dalam kombinasi dengan cara counter mekanis dioperasikan oleh elektro-magnet sirkuit melalui yang dikendalikan oleh lembaran berlubang, secara substansial sebagai dan untuk tujuan yang ditetapkan. ”

Kontribusi Hollerith untuk komputasi modern “Tak terhitung” Dia tidak berhenti pada mesin asli 1890 tabulasi dan penyortir, tapi diproduksi banyak model baru yang inovatif lainnya. Dia juga menemukan kartu-otomatis pertama pakan mekanisme, pukulan kunci pertama, dan mengambil apa yang mungkin langkah pertama menuju pemrograman dengan memperkenalkan sebuah panel kabel pada tahun 1906 Tipe I Tabulator, memungkinkan untuk melakukan pekerjaan yang berbeda tanpa harus dibangun kembali! (The Tabulator 1890 telah didesain untuk beroperasi hanya pada kartu Sensus 1890.) Penemuan ini adalah dasar dari industri pengolahan informasi modern.

1.2  Kemampuan

Perangkat Hollerith menyelesaikan tabulasi sensus kedua belas dalam enam minggu, sebagian kecil dari waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sensus sebelumnya. Dengan mengurangi jumlah jam orang yang diperlukan untuk menyelesaikan sensus, Hollerith disimpan Biro Sensus sekitar $ 5.000.000, yang sepuluh kali lebih dari bahkan ia sukses estimated.2 Hollerith di AS memungkinkan dia untuk memperluas ke pasar commericials – terutama kereta api dan pasar luar negeri termasuk Rusia, Kanada, dan Norwegia.

Logo IBM Pada tahun 1890 Hollerith mendirikan sebuah perusahaan bernama Tabulating Machine Company. Pada tahun 1911, perusahaannya bergabung dengan dua perusahaan lain untuk membuat Perusahaan Computing-Tabulating-Recording. Di bawah arahan Thomas Watson, Sr, RKT akan mengubah namanya pada tahun 1924 untuk International Business Machines. Mesin Hollerith akan memberikan dasar bagi keberhasilan IBM dan membuat dia ayah dari pengolahan informasi.

Mesin Sensus

  • Ditemukan oleh Dr. Herman Hollerith dari United State Cencus tahun 1890
  • Mesin ini merekan data dan men-tabulasi data menggunakan metode Punch Card
  • Pada tahun 1896 Hollerith mencapai sukses dengan mendirikan Tabulating Machine Company yang akhirnya menjadi International Bussiness Machine Corporation (IBM)
  • Pada tahun 1908 James Power juga dari Cencus Bureau menyempurnakan metode punch card dari Hollerith.

1.3  Kelebihan

Kontribusi Hollerith untuk komputasi modern “Tak terhitung” Dia tidak berhenti pada mesin asli 1890 tabulasi dan penyortir, tapi diproduksi banyak model baru yang inovatif lainnya. Dia juga menemukan kartu-otomatis pertama pakan mekanisme, pukulan kunci pertama, dan mengambil apa yang mungkin langkah pertama menuju pemrograman dengan memperkenalkan sebuah panel kabel pada tahun 1906 Tipe I Tabulator, memungkinkan untuk melakukan pekerjaan yang berbeda tanpa harus dibangun kembali! (The Tabulator 1890 telah didesain untuk beroperasi hanya pada kartu Sensus 1890.) Penemuan ini adalah dasar dari industri pengolahan informasi modern.

1.4  Zaman

Hollerith mendirikan Tabulating Machine Company dan menjual produknya ke seluruh dunia. Permintaan mesin Hollerith menyebar sampai ke Rusia. Sensus pertama di Rusia (1897) menggunakan mesin Hollerith. Pada tahun 1911, Tabulating Hollerith Company merger dengan beberapa perusahaan lain dan berganti nama menjadi Computing-Tabulating-Recording Company.

Sekitar waktu dari mesin Hollerith sensus itu berkembang melalui banyak tahapan. Salah satu perkembangan yang paling praktis adalah desain Hollerith untuk memperluas kemampuan menghitung mesin. Setiap tabulator dilengkapi dengan 40 counter, tapi 235 poin terpisah dari informasi itu harus ditabulasikan. Selain itu Biro diinginkan untuk menghitung kombinasi titik-titik ini, misalnya, jumlah perempuan janda atau 18 tahun orang tua. Hollerith diselesaikan masing-masing masalah.

Dalam rangka untuk lebih meningkatkan jumlah kategori yang mesin bisa menghitung, masing-masing kartu akan melengkapi tujuh berjalan. Untuk mempercepat proses Hollerith terpasang kotak menyortir ke pembaca kartu. Kotak itu dibagi ke dalam sejumlah kompartemen. Untuk mengurutkan kartu, tutup kompartemen yang sesuai terbuka ketika kartu dengan karakteristik tertentu, misalnya untuk perempuan, melewati pembaca. Menyortir kartu disiapkan untuk berjalan berikutnya yang akan diperlukan untuk memperoleh informasi tambahan. Kedua, Hollerith merancang sistem relay listrik yang memungkinkan kombinasi beberapa titik penyelidikan untuk counted. Ingregting Mesin. Mesin

Hollerith ingtegrating Sensus dapat menentukan setiap kombinasi yang mungkin dengan sedikit usaha ekstra. Robert Porter, yang memimpin sensus, melaporkan, “Dengan mesin ini, tabel yang paling rumit bisa direproduksi tanpa mengorbankan lebih dari ones.2 paling sederhana” Kemampuan ini tidak hanya penting dalam menentukan informasi mengenai populasi saat ini, tapi juga penting dalam menentukan dampak dari program sebelumnya dan di evaluting perubahan mungkin kebijakan publik. Sebagai contoh, pemerintah membayar $ 35 juta pension2 militer. Dengan mesin Hollerith, sekarang mungkin untuk mengetahui berapa banyak veterns menerima pensiun pemerintah perang adalah “pada usia setiap period.2” Karena itu mereka bisa memperkirakan berapa lama mereka akan harus membayar individu. Ini akan menjadi penting dalam menetapkan anggaran dan rencana pengeluaran, terutama di tahun 1930 dengan pengenalan Security.

Sosial Perangkat Hollerith menyelesaikan tabulasi sensus kedua belas dalam enam minggu, sebagian kecil dari waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sensus sebelumnya. Dengan mengurangi jumlah jam orang yang diperlukan untuk menyelesaikan sensus, Hollerith disimpan Biro Sensus sekitar $ 5.000.000, yang sepuluh kali lebih dari bahkan ia sukses estimated.2 Hollerith di AS memungkinkan dia untuk memperluas ke pasar commericials – terutama kereta api – – dan pasar luar negeri  termasuk Rusia, Kanada, dan Norwegia.

Logo IBM Pada tahun 1890 Hollerith mendirikan sebuah perusahaan bernama Tabulating Machine Company. Pada tahun 1911, perusahaannya bergabung dengan dua perusahaan lain untuk membuat Perusahaan Computing-Tabulating-Recording. Di bawah arahan Thomas Watson, Sr, RKT akan mengubah namanya pada tahun 1924 untuk International Business Machines. Mesin Hollerith akan memberikan dasar bagi keberhasilan IBM dan membuat dia ayah dari pengolahan informasi.

1.5  Teknologi

Desain Pertama Hollerith

Hollerith upaya pertama di mesin menghitung didasarkan pada sistem Jacquard. Dia menggunakan konsep pukulan lubang bersama dengan pakan kertas tunggal terus menerus. Lubang, berjajar dalam dua baris, mewakili elemen yang akan dihitung. Sebagai contoh, adanya lubang dalam posisi yang diberikan pada baris mungkin menunjukkan bahwa seseorang adalah perempuan, sementara laki-laki lain; asli yang lain lahir, sedangkan keberadaan lubang di posisi lain mungkin menunjukkan asing lahir. Kemudian, sistem Hollerith akan mencakup ketentuan-ketentuan untuk kombinasi lubang untuk mewakili information. Pada tahun 1884, Hollerith dijelaskan metode dalam aplikasi ini paten, “item statistik Berbagai orang yang diberikan dicatat dengan meninju lubang yang sesuai di garis di strip, yang dipandu oleh huruf pada panduan plate. “Ketika gulungan diberi makan melalui mesin menghitung, kertas akan melewati drum. Jika lubang hadir dalam strip, rangkaian selesai. Penyelesaian sirkuit menyebabkan counter yang sesuai dengan sepotong informasi untuk mendaftar memukul dan dengan demikian menghitung satu elemen. Dia kemudian mengatakan:

Ide saya adalah untuk menggunakan strip kertas dan punch rekor untuk setiap individu dalam sebuah garis di strip. Lalu aku berlari strip ini lebih dari drum dan membuat [listrik] kontak melalui lubang untuk mengoperasikan counters.

Hollerith menekan kartu format Hollerith Card seperti yang ditunjukkan dalam Lembaran Railroad.

Herman Hollerith dianugerahi serangkaian paten pada tahun 1889 untuk mesin tabulasi mekanik. Paten ini menggambarkan baik pita kertas dan kartu persegi panjang sebagai media perekaman mungkin. Kartu ditunjukkan dalam US Patent 395.781 8 Juni adalah pracetak dengan template dan memiliki lubang diatur dekat dengan tepi sehingga mereka bisa dicapai dengan karcis sebuah konduktor kereta api, dengan pusat dicadangkan untuk deskripsi tertulis. Hollerith pada awalnya terinspirasi oleh tiket kereta api yang membiarkan konduktor mengkodekan deskripsi kasar penumpang:

“Saya sedang melakukan perjalanan di Barat dan aku tiket dengan apa yang saya pikirkan disebut foto pukulan konduktor menekan keluar deskripsi individu, sebagai rambut cahaya, mata gelap, hidung besar, dll Jadi Anda lihat, saya hanya membuat foto pukulan setiap orang.

Penggunaan tiket pukulan terbukti melelahkan dan rawan kesalahan, sehingga Hollerith menciptakan pantograph “keyboard pukulan” yang memungkinkan seluruh area kartu yang akan digunakan. Hal ini juga mengeliminasi kebutuhan untuk template yang tercetak di kartu masing-masing, sebagai gantinya master template digunakan pada pukulan; kartu membaca dicetak bisa ditempatkan di bawah kartu itu sudah bisa dibaca secara manual. Hollerith membayangkan beberapa ukuran kartu. Dalam sebuah artikel yang ditulisnya menggambarkan sistem yang diusulkan nya untuk tabulasi 1890 Sensus Amerika Serikat, Hollerith menyarankan kartu 3 inci dengan 5 ½ inci saham Manila “akan cukup untuk menjawab semua tujuan biasa.”

Kartu yang digunakan dalam sensus 1890 memiliki lubang bundar, 12 baris dan 24 kolom. Sebuah kartu sensus dan membaca papan untuk kartu ini dapat dilihat di situs Komputasi Universitas Columbia Sejarah Pada beberapa titik., 31 / 4 73 / 8 inci (82,550 oleh 187,325 mm) menjadi ukuran kartu standar, sedikit lebih besar dari Amerika Serikat satu dolar tagihan dari waktu (dolar diubah untuk ukuran saat ini di 1929). Situs Columbia mengatakan Hollerith mengambil keuntungan dari kotak yang tersedia dirancang untuk mengangkut mata uang kertas.

Sistem yang asli Hollerith menggunakan sistem ad-hoc coding untuk setiap aplikasi, dengan kelompok ditugaskan lubang makna khusus, misalnya seks atau status perkawinan. Mesin tabulasi memiliki 40 counter, masing-masing dengan dial dibagi ke dalam 100 divisi, dengan dua tangan indikator; satu yang melangkah satu unit dengan setiap pulsa menghitung, yang lain yang maju satu unit setiap kali dial lainnya membuat revolusi lengkap. Susunan ini memungkinkan menghitung sampai 10.000. Selama menjalankan tabulasi diberikan, kontra masing-masing biasanya diberi lubang tertentu. Hollerith juga digunakan logika relay untuk memungkinkan jumlah kombinasi lubang, misalnya menghitung perempuan menikah.

Kemudian desain standar coding, dengan dua belas baris, di mana sepuluh bawah baris kode angka 0 sampai 9. Ini kelompok memungkinkan lubang untuk mewakili angka yang bisa ditambahkan, bukan hanya menghitung unit. 45 kartu Hollerith menekan kolom diilustrasikan dalam Penerapan Comrie dari Hollerith Tabulating Machine untuk Tabel Brown Bulan.

Daftar Pustaka

http://www.history.rochester.edu/steam/hollerith/first.htm

http://www.history.rochester.edu/steam/hollerith/succ.htm

http://www.history.rochester.edu/steam/hollerith/cards.htm

http://books.google.com/books?id=FeUoAAAAYAAJ&pg=RA2-PA119&dq=excess+hollerith+card&hl=en&ei=tlGRTq6hGciSiAfYqaT8DQ&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=10&ved=0CFIQ6AEwCQ#v=onepage&q=excess%20hollerith%20card&f=false

http://en.wikipedia.org/wiki/Punched_card#Hollerith.27s_punched_card_formats

Program Menu Pascal

Published 30/06/2012 by onpumooirahayu

Ini adalah program pembuatan menu…. program ini sendiri saya mencoba untuk membuat program munu-menu yang nntinya akan menghitung

‘Luas Segitiga ‘

‘Luas Bujur Sangkar ‘

‘Luas Persegi Panjang ‘

‘Luas Lingkaran ‘

‘Luas Jajar Genjang ‘

‘Luas Trapesium ‘

‘Luas Belah Ketupat ‘

‘Luas Layang – Layang ‘

selamat mencobaaaaaa…..

Program Menu

%d blogger menyukai ini: